Senin, 09 Januari 2012

TEORI-TEORI MOTIVASI YANG BERKAITAN DENGAN TINDAKAN KERJA

1.      Teori Motivasi Proses (Process Theories of Motivation)
Teori Motivasi Isi (Content Theories of Motivation) adalah teori motivasi yang melihat motivasi kerja dari dorongan dalam diri/ kebutuhan seseorang berdasarkan teori-teori kebutuhan.
·         Teori Hierarki Kebutuhan (Maslow)
Abraham Maslow (1943) membagi kebutuhan berdasarkan lima tingkatan yaitu:
o   Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
o   Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
o   Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
o   Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
o   Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya).
·         Teori Kebutuhan ERG (Alderfer)
Alderfer membagi kebutuhan berdasarkan 3 himpunan kebutuhan mulai dari yang paling nyata sampai yang tidak, yaitu: Existence (keberadaan), Relatedness (hubungan), Growth (pertumbuhan).
Menurut Aldelfer ada beberapa hukum tentang ERG:
1.  Jika Existence makin terpenuhi, maka akan makin besar kebutuhan akan Relatedness
2. Jika Relatedness makin terpenuhi, maka kebutuhan akan Growth makin besar untuk dipenuhi
3.  Makin tidak terpenuhinya kebutuhan Existence, maka dorongan untuk memenuhinya semakin kuat.
4. Makin tidak terpenuhinya kebutuhan Relatedness, maka dorongan untuk memenuhi Existence akan makin kuat
5.  Makin terpenuhinya dorongan untuk Growth maka dorongan itu tidak akan berhenti, justru muncul makin kuat
·         Teori Kebutuhan Dua Faktor (Herzberg)
Herzberg (1966) membagi kebutuhan atas 2 faktor, yaitu faktor intrinsik (Motivator) dan faktor ekstrinsik (Hygiene).
o   Motivator yaitu pencapaian, pengakuan, tanggung jawab, kesempatan untuk maju dan kerja yang menarik.
o   Hygiene yaitu kondisi kerja, jenis supervisi, hubungan dengan rekan kerja, gaji dan kebijakan perusahaan.
·         Teori Kebutuhan Berprestasi (McClelland)
Teori Kebutuhan Berprestasi atau Achievement Motivation Theory oleh Mc.Clelland yaitu:
o   Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
o   Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
o   Need for Power (dorongan untuk mengatur)
2.      Teori Motivasi Proses (Process Theories of Motivation) adalah teori motivasi yang menyatakan bahwa motivasi terasimiliasi dari kondisi-kondisi sekitar, dimana perlaku termotivasi oleh kondisi sekitar.
·         Teori Jalur Tujuan (Georgopoulos, Mahaney, & Jones, serta Locke)
o   Pada dasarnya orang menentukan tujuan untuk dirinya sendiri, dan ia mendapat motivasi untuk bekerja ke arah tujuan ini karena dengan mencapainya maka akan menguntungkan baginya
o   Locke berpendapat bahwa orang yang menentukan bagi dirinya sendiri tujuan yang lebih tinggi (atau menerima tujuan yang demikian yang ditentukan oleh orang lain) akan mengeluarkan usaha yang lebih dan berprestasi lebih baik.
·         Teori Valence-Instrumentality-Expectancy (VIE) (Viktor Vroom)
Vroom (1964) menyatakan tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
o   Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
o   Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
o   Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif. Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapan. Motivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan
o   Job outcomes, yaitu apa yang diterima karyawan dari perusahaan, bisa berupa penghasilan ataupun promosi ke arah yang positif.
·         Model Porter-Lawler
o   Lyman W. Porter dan Lawler Edward E. mengembangkan versi yang lebih lengkap dari motivasi tergantung pada teori harapan.
o   Kinerja aktual dalam pekerjaan terutama ditentukan oleh usaha yang dikeluarkan. Tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan dan juga oleh persepsi individu tentang apa tugas yang diperlukan. Jadi kinerja adalah faktor yang bertanggung jawab yang mengarah pada penghargaan intrinsik serta ekstrinsik. Penghargaan ini, bersama dengan ekuitas individu mengarah ke kepuasan. Oleh karena itu, kepuasan individu tergantung pada keadilan hadiah.
·         Teori Keadilan (Equity Theory)
o   Dasarnya adalah perbandingan sosial (persepsi). Dari teori ini, motivasi adalah fungsi bagaimana seseorang melihat dirinya dalam perbandingan dengan orang lain.
o   Menurut Adams, seseorang membuat perbandingan kognitif antara sumbangannya terhadap keadaan kerja (masukannya) dengan apa yang diperolehnya (hasilnya) dengan masukan dan hasil yang diperoleh orang lain.
o   Dalam Equity ada beberapa istilah:
Input      :  Apa yang kita berikan/sumbangkan pada perusahaan, misalnya: pendidikan, jam kerja, keahlian
Output   : Apa yang kita terima, misalnya: gaji, reward
Person   : Orang yang melakukan persepsi
Other     : Orang lain tempat kita melakukan perbandingan
 
·         Teori Atribusi (Attribution Theory)
Teori atribusi merupakan teori yang menjelaskan tentang perilaku seseorang.
Fritz Heider menjelaskan bahwa perilaku manusia itu ias disebabkan oleh 2 faktor yaitu:
o   Faktor internal (atribusi internal), misalnya sifat, karakter, sikap, dan sebagainya.
o   Faktor eksternal (atribusi eksternal), misalnya tekanan situasi atau keadaan tertentu yang memaksa seseorang melakukan perbuatan tertentu..

Kepustakaan:
http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/teori-atribusi
http://ocw.usu.ac.id/course/download/1270000083-psikologi-industri-dan organisasi/pio_
123_slide_motivasi_kerja.pdf
http://supiani.staff.gunadarma.ac.id/Publications/files/1178/TEORI+TEORI+MOTIVASI.doc
http://www.laynetworks.com/Theories-of-Motivation.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar